23 Februari 2008
Sejak Kapan Makan Harus Pakai Sendok dan Garpu?
Sendok dan garpu adalah dua dari sekian banyak alat makan yang biasa dipakai sehari-hari. Saking seringnya dipakai, kita mungkin tak menyadari kalau kedua benda itu mempunyai sejarah panjang yang amat menarik.
Makan dengan garpu misalnya, pernah dianggap tak sopan. Padahal saat ini tata saji Barat biasanya menggunakan lebih dari satu jenis garpu. Sendok konon sudah digunakan sebagai alat makan sejak zaman Paleolithic. Pada masa prasejarah itu kulit kerang atau potongan kayu digunakan sebagai alat bantu untuk menyiduk air atau makanan yang berarir banyak. Itu mungkin sebabnya sendok memiliki banyak sebutan yang berhubungan dengan bahan pembuatnya.
Dalam bahasa Yunani dan Latin sendok disebut cochlea yang artinya kulit kerang berbentuk sipral. Sementara masyarakat Anglo-Saxon menyebut sendok dengan spon yang berarti potongan atau serpihan kayu.
Selain menggunakan kulit kerang dan kayu, sendok kemudian dibuat dari logam emas, perak dan campuran timah hitam dan putih gading tulang, tanduk, keramik, porselin dan kristal.
Bentuk sendok saat itu tentu tak sama dengan sendok yang kita kenal saat ini. Orang-orang Romawilah yang pertama kali mendesain sendok di abad pertama sesudah masehi. Ada dua jenis sendok kreasi mereka, yaitu ligula yang ujungnya bulat seperti mangkuk dengan pegangan aneka bentuk dan biasa digunakan sup dan makanan yang lembut. Lalu cochleare yang bentuknya kecil dengan ujung bulat, dengan pegangannya ramping dan biasa digunakan untuk makan kerang dan telur.
Sementara garpu umurnya lebih muda dari sendok. Konon peralatan makan ini sudah digunakan sebelum tahun 1000 di Timur Tengah. Bentuk garpu kala itu dibuat dengan lima cabang. Sedangkan jenis garpu lainnya baru dikenal setelah tahun 1600.
Garpu sebagai salah satu peralatan makan penting sudah digunakan pada abad ketujuh oleh keluarga kerajaan di Timur Tengah dalam acara resmi. Tapi penggunaannya baru meluas sejak abad ke-10 di kalangan kelas atas Byzantium.
Peralatan makan yang sekarang hukumnya 'wajib' bagi masyarakat Eropa itu konon baru dikenal di daratan Eropa setelah Domenico Selvo (atau Silvio), ahli waris Doge of Venice, menikah dengan putri dari Byzantium. Pada abad ke-11 Putri Byzantine ini membawa dua buah garpu makan ke Venice di dalam kopernya.
Kala itu garpu tidak ditata di atas meja tapi diberikan kepada para tamu yang sedang duduk di meja perjamuan untuk menahan daging yang akan dipotong, kemudian potongan daging itu dimasukkan ke dalam mulut dengan tangan. Saat seorang tamu menggunakan garpu untuk memasukkan makanan ke dalam mulut, tindakan itu dianggap kurang sopan dan menjadi bahan celaan para peserta perjamuan. Uniknya orang Italia malah lamban mengadopsi garpu hingga baru abad ke-16 peralatan makan ini dikenal di seluruh Italia.
Dari Italia garpu dibawa oleh Catherine de Medicis yang menikah dengan King Henry II ke Prancis pada 1533. Kemudian pada 1608 seorang pria Inggris bernama Thomas Coryate membawa garpu ke Tanah Airnya setelah dia melihat peralatan makan itu di Italia. Sama halnya dengan di Italia, perkembangan garpu sebagai peralatan makan di dua bangsa itu juga berkembang lambat. Garpu kala itu malah dianggap sebagai barang berharga dan disimpan untuk dipamerkan.
Uniknya orang Inggris yang terkenal memegang tinggi masalah tatakrama beranggapan bahwa garpu bukanlah alat makan penting. Meski begitu lambat laun garpu mulai digunakan oleh masyarakat kalangan atas. Mereka menggunakan bahan-bahan yang mahal untuk menarik perhatian para tamunya. Dan baru pada pertengahan 1600-an, makan menggunakan garpu merupakan kebiasaan baru di kalangan orang-orang kaya Inggris. Garpu makan pertama dibuat seperti garpu dapur, memiliki dua cabang yang panjang dan lebar untuk memastikan daging tidak akan jatuh saat dipotong. Model seperti ini kemudian didisain ulang, karena makanan yang kecil mudah jatuh jika menggunakan garpu model ini.
Garpu besar dengan empat cabang baru diperkenalkan di Prancis akhir abad 17. Dengan tambahan cabang ini membuat makanan tidak akan mudah jatuh. Tapi garpu jenis ini baru berkembang di Jerman dan Inggris awal abad ke 19. Nah dari sini garpu sebagai peralatan makan dibawa ke berbagai belahan dunia, termasuk Amerika. (dari berbagai sumber/dewi retno)
